Tip dan Trik Seputar Peternakan Hewan

Karakteristik Lingkungan Peternakan Yang SEHAT

0

Lingkungan ternak adalah semua faktor fisik, kimia, biologi, dan sosial yang ada di sekitar ternak. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah iklim (suhu, cahaya, humiditas), tingkah laku ternak, penyebab penyakit, dan pengelolaan ternak (kandang, pemberian makan dan minum, serta pemeliharaan).

Dalam mempelajari hewan ternak, kita harus mengkaji faktor-faktor lingkungan secara komprehensif. Hal ini perlu dipahami karena akan terjadi saling interaksi di antara faktor-faktor lingkungan itu sendiri dan terjadi saling mempengaruhi sebelum faktor-faktor lingkungan tersebut mempengaruhi hewan ternak.

Karakteristik Lingkungan Peternakan Yang SEHAT

Hubungan antara hewan ternak dan faktor lingkungannya sangat kompleks; pemahaman terhadap hal ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan mikro hewan yang sesuai bagi pertumbuhan hewan.

Pemenuhan kondisi lingkungan yang sesuai merupakan salah satu syarat menciptakan kenyamanan bagi hewan ternak yang pada akhirnya akan memberikan produktivitas terbaiknya.Adaptasi atau penyesuaian diri ternak terhadap lingkungan merupakan suatu bentuk atau sifat tingkah laku yang ditujukan untuk bertahan hidup atau melakukan reproduksi dalam suatu lingkungan tertentu.

Lingkungan yang tidak baik dapat mengakibatkan perubahan status fisiologis ternak yang disebut stres. Ternak yang terkena stres tingkah lakunya akan berubah. Cara ternak untuk mengatasi atau mengurangi stres adalah dengan penyesuaian diri, baik secara genetis maupun fenotipe.

Faktor lingkungan sangat mempengaruhi tingkat produksi hewan ternak. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa produksi hewan ternak merupakan faktor dari lingkungan. Faktor lingkungan fisik, kimiawi, dan sosial budaya perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan usaha peternakan.

Ciri khas usaha peternakan modern adalah terdapatnya tindakan manajemen untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil usaha peternakan. Dengan demikian, faktor lingkungan tidak dihindari, tetapi perlu dikelola dengan baik dengan menerapkan manajemen dan teknologi peternakan.

Lingkungan peternakan yang sehat, pada dasarnya adalah peternakan yang ramah lingkungan. Yang dimaksud dengan “peternakan ramah lingkungan” adalah usaha peternakan yang sudah mampu mengolah limbahnya sendiri,dan sudah mampu mengelola lingkungan sekitarnya dengan baik, sehingga tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan tanpa mengurangi tujuan pokok dari usaha peternakan itu
sendiri yaitu usaha yang dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan mampu bersaing dipasar global.

Konsumen makin sadar bahwa produksi makanan harus seimbang dengan lingkungan. untuk itu peternak dalam memproduksi produk peternakan (susu, telur dan daging) memilih cara yang mengurangi kerusakan lingkungan.

Dengan demikian usaha peternakanharus memiliki sistem pengelolaan limbah yang baik, dan menjamin pengelolaan ternak tidak memberikan dampak terhadap lingkungan lokal. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut:

1) Memiliki sistem pengelolaan limbah yang baik
Limbah peternakan harus ditampung pada tempat khusus untuk mengurangi pencemaran. Tempat penampungan harus diperiksa apakan sudah penuh, atau ada kebocoran. Limbah lain seperti plastik harus dibuang pada tempat yang sesuai untuk mencegah polusi.

2) Menjamin pengelolaan ternak tidak memberikan dampak terhadap lingkungan lokal
Menjaga agar usaha peternakan tidak memberi dampak terhadap lingkungan lokal. Fasilitas penyimpanan untuk limbah/bahan polutan lainnya harus diletakkan pada tempat yang aman untuk menjaga agar tidak mencemari lingkungan lokal.

Hindari membuang limbah pertanian atau bahan kimia pada tempat yang dapat terken a
drainase, air permukaan atau aiur tanah dapat menghanyutkan dan mencemari suplai air lokal. Gunakan bahan kimia (pupuk, obat, pestisida dll) dengan benar untuk menghindari pencemaran lingkungan.

Menjamin penampilan usaha peternakan agar bersih dan terawat untuk menciptakan kesan tempat memproduksi produk ternak yang berkualitas baik.